JATISARI – Semangat kebersamaan warga Desa Jatisari dan Desa Bumireja patut diacungi jempol. Secara swadaya, masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat (Pokmas) "Gotong Royong" mulai merealisasikan pembangunan jembatan penghubung yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.
Jembatan yang memiliki volume ukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter ini dibangun untuk memperlancar akses mobilitas warga, terutama dalam mengangkut hasil bumi serta mempermudah jalur transportasi harian.
Pembangunan infrastruktur penting ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 20.000.000. Menariknya, seluruh anggaran tersebut murni diperoleh dari iuran sukarela dan sumbangan swadaya masyarakat sekitar yang mendambakan jalur transportasi yang lebih aman dan layak. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari kalender, yang diperkirakan akan jatuh pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Ketua Pokmas Gotong Royong, Sdr. Barno, yang juga merupakan warga Desa Jatisari, menyampaikan bahwa inisiatif ini muncul dari kesadaran bersama akan pentingnya akses jalan yang memadai. Selama ini, keterbatasan infrastruktur penghubung kerap memperlambat aktivitas ekonomi warga di perbatasan kedua desa.
"Pembangunan jembatan ini adalah bukti nyata bahwa dengan gotong royong, keterbatasan bisa kita atasi bersama. Dana terkumpul murni dari warga, dan pengerjaannya pun dilakukan secara kerja bakti oleh masyarakat Desa Jatisari dan Bumireja," ujar Sdr. Barno di lokasi pembangunan.
Gerakan swadaya ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari pemerintah desa. Dalam rapat bersama perangkat desa, Penjabat (Pj.) Kepala Desa Jatisari yang baru, Dr. Supriyatno, S.Pd., M.M.Pd., telah mengagendakan untuk berkunjung langsung ke lokasi pembangunan besok pagi. Kunjungan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan pelaksanaan proses pengecoran jembatan guna meninjau langsung progres di lapangan sekaligus memberikan motivasi kepada warga yang bergotong royong.
Dengan adanya jembatan penghubung yang baru ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat di kedua desa dapat berputar lebih cepat, serta mempererat tali silaturahmi antar-warga yang bertetangga setelah pembangunan ini selesai sepenuhnya.
Berikan Komentar